TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Etika Jabatan dan Harmoni Organisasi: Pesan Gus In’am di Halalbihalal FIPP UNNES

Dosen UIN Walisongo, Dr. KH. M. In'amuzzahidin Masyhudi, M.Ag. memberikan tausiah dalam kegiatan Halalbihalal FIPP UNNES, 1 April 2026.


SEMARANG, PAMONG.ID – Keberlangsungan sebuah organisasi sangat bergantung pada kesehatan hubungan antarpersonelnya. Dalam dinamika kerja, persaingan posisi sering kali menjadi "benang kusut" yang mengganggu produktivitas jika tidak dikelola dengan integritas dan spiritualitas yang matang.


Hal tersebut menjadi benang merah dalam tausiah Dr. KH. M. In'amuzzahidin Masyhudi, M.Ag. (Gus In'am) pada acara Halalbihalal Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rabu, 1 April 2026.


Filosofi 'Halla': Mengurai Konflik Kepentingan


Berbicara di hadapan pimpinan dan staf FIPP UNNES, Gus In'am membedah makna halalbihalal dari sudut pandang resolusi konflik. Ia menyebut "Halla" sebagai upaya mengurai simpul-simpul kebencian atau ganjalan perasaan akibat persaingan jabatan.


"Semoga hubungan kita yang sempat kusut karena urusan jabatan—seperti daftar jadi wakil dekan atau dekan tapi tidak diterima—bisa terurai," pesan Gus In'am.


Menurutnya, dalam tata kelola organisasi, seorang "pamong" atau pemimpin harus memahami konsep "garis tangan" dan "tanda tangan". Jabatan adalah perpaduan antara takdir dan administrasi legal, sehingga tidak perlu diraih dengan cara saling menjatuhkan yang justru mencederai integritas pribadi dan nilai ibadah.


Integritas Digital di Lingkungan Kerja


Di era transformasi digital, Gus In'am juga mengingatkan pentingnya menjaga etika berkomunikasi dalam organisasi. Ia menyoroti fenomena "lisan yang berpindah ke jari", di mana konflik sering kali bermula dari pesan singkat di grup WhatsApp.


Gus In'am mewanti-wanti agar tidak menjadi golongan muflis (orang bangkrut di akhirat) hanya karena gagal menjaga jempol dari mencaci atau menyakiti rekan kerja.


"Puasa mengajarkan jujur agar terhindar dari OTT. Di zaman digital, tangan jangan digunakan untuk mencaci atau berkomentar buruk," tegasnya.


Kepemimpinan Strategis Berbasis Nilai


Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., menguatkan pesan tersebut dengan membawa perspektif kepemimpinan historis. Ia mencontohkan strategi literasi Kiai Sholeh Darat yang cerdas dalam menyiasati aturan kolonial untuk mencerdaskan bangsa.


Melalui penggunaan Arab Pegon, Kiai Sholeh Darat mampu melakukan edukasi massa tanpa terdeteksi sebagai ancaman oleh kolonial. Strategi ini menjadi inspirasi bagi R.A. Kartini dalam merumuskan pemikiran-pemikiran besarnya mengenai pencerahan bangsa.


Bagi Prof. Edy, semangat inovasi dan keteguhan nilai tersebut harus menjadi dasar bagi seluruh sivitas akademika FIPP dalam menjalankan tugas-tugas kependidikan dan layanan publik.


Memperkuat Silaturahmi Organisasi


Ketua Panitia, Indrajati Kunwijaya, M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting bagi pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga purnatugas untuk menyelaraskan kembali visi dan mempererat ikatan kekeluargaan.


Dengan berakhirnya Ramadhan dan dilaksanakannya halalbihalal ini, FIPP UNNES berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang lebih harmonis, transparan, dan berakhlak mulia.***

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.