Mengusung tajuk "NGREMBAKA AKSARA", inisiatif ini bertujuan memperkuat keterampilan edupreneur lintas generasi melalui integrasi Pojok Literasi dan Hosting Library. Program ini secara resmi diluncurkan di Balai Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Kamis (18/6/2026), yang menjadi fondasi awal menuju Kelurahan Cerdas Berkelanjutan.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintahan Desa
Acara peluncuran dimeriahkan dengan penampilan Tari Ngoser Purbalingga oleh mahasiswa PGSD UNNES, merepresentasikan semangat pelestarian budaya yang berjalan selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro, S.H., serta Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ngaliyan, Nurwidi Tjahjanto, S.E.. Turut mendampingi jajaran akademisi, yakni Koordinator Program Studi PGSD, Drs. Sigit Yulianto, M.Pd., Dosen Pembimbing PPK Ormawa, Nur Indah Wahyuni, S.Pd., M.Pd., dan Pembina SGL PGSD UNNES, Dr. Ipin Aripin, S.Pd.I., M.Pd., bersama antusiasme dari tokoh masyarakat setempat.
Pemetaan Kebutuhan yang Inklusif
Ketua Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES Tahun 2026, Farid Fikri Khoirul Rasyid, memaparkan bahwa inovasi Ngrembaka Aksara lahir melalui identifikasi kebutuhan warga secara komprehensif. Proses ini melibatkan observasi lapangan, survei, wawancara, penyebaran angket, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai elemen masyarakat. Hasilnya menunjukkan adanya tantangan pada penguatan literasi anak, optimalisasi teknologi digital remaja, kapasitas pelaku UMKM, hingga ruang pemberdayaan bagi kelompok lansia.
"Kelurahan Podorejo memiliki potensi yang luar biasa. Potensi tersebut akan semakin berkembang apabila didukung oleh budaya literasi, peningkatan keterampilan, serta kolaborasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Atas dasar itulah NGREMBAKA AKSARA kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk belajar, berkarya, bertumbuh, dan saling memberdayakan dalam mewujudkan Kelurahan Cerdas Berkelanjutan," ujar Farid.
Merespons tantangan di lapangan, tim mahasiswa merancang empat fasilitas Pojok Literasi tematik. Fasilitas tersebut meliputi Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk literasi dan numerasi anak, serta Pojok Literasi Karya Ngrembaka sebagai ruang pengembangan kreativitas digital remaja. Selain itu, terdapat Pojok Literasi Cakra Ngrembaka untuk mendukung keterampilan pemasaran digital UMKM, dan Pojok Literasi Kersa Ngrembaka yang mendorong produktivitas lansia.
Seluruh fasilitas fisik tersebut diintegrasikan dengan Hosting Library, sebuah pusat sumber belajar digital yang menyimpan modul serta dokumentasi kegiatan guna menjaga keberlanjutan program di masa depan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, sangat mengapresiasi inovasi dari mahasiswa tersebut. Ia menilai langkah ini merupakan ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan dan kepekaan sosial.
"Program seperti PPK Ormawa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Inilah esensi pengabdian perguruan tinggi, yakni menghadirkan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya saat melepas tim secara simbolis untuk mengabdi hingga Oktober 2026.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ngaliyan, Nurwidi Tjahjanto. Ia menilai konsep program ini sangat strategis dan selaras dengan agenda pemerintah.
"Kami menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Podorejo. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing," ujarnya.
Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro, menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan UNNES menjadikan wilayahnya sebagai lokasi sasaran. Ia menegaskan komitmen penuh pihak desa untuk memastikan keberhasilan program.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kehadiran mahasiswa bukan hanya membawa program kerja, tetapi juga menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing. Kami siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.
Puncak acara peluncuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pita sebagai simbol peresmian Pojok Baca NGREMBAKA AKSARA. Ruang baca ini dirancang bukan sekadar sebagai perpustakaan konvensional, melainkan sebagai wadah edukasi lintas generasi yang menyatukan pendampingan belajar, pelatihan keterampilan, dan pengembangan kreativitas digital yang diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain di Jawa Tengah.***
"Kelurahan Podorejo memiliki potensi yang luar biasa. Potensi tersebut akan semakin berkembang apabila didukung oleh budaya literasi, peningkatan keterampilan, serta kolaborasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Atas dasar itulah NGREMBAKA AKSARA kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk belajar, berkarya, bertumbuh, dan saling memberdayakan dalam mewujudkan Kelurahan Cerdas Berkelanjutan," ujar Farid.
Empat Pilar Literasi Terintegrasi
Merespons tantangan di lapangan, tim mahasiswa merancang empat fasilitas Pojok Literasi tematik. Fasilitas tersebut meliputi Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk literasi dan numerasi anak, serta Pojok Literasi Karya Ngrembaka sebagai ruang pengembangan kreativitas digital remaja. Selain itu, terdapat Pojok Literasi Cakra Ngrembaka untuk mendukung keterampilan pemasaran digital UMKM, dan Pojok Literasi Kersa Ngrembaka yang mendorong produktivitas lansia.
Seluruh fasilitas fisik tersebut diintegrasikan dengan Hosting Library, sebuah pusat sumber belajar digital yang menyimpan modul serta dokumentasi kegiatan guna menjaga keberlanjutan program di masa depan.
Apresiasi dan Dukungan Lintas Sektor
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, sangat mengapresiasi inovasi dari mahasiswa tersebut. Ia menilai langkah ini merupakan ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan dan kepekaan sosial.
"Program seperti PPK Ormawa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Inilah esensi pengabdian perguruan tinggi, yakni menghadirkan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya saat melepas tim secara simbolis untuk mengabdi hingga Oktober 2026.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ngaliyan, Nurwidi Tjahjanto. Ia menilai konsep program ini sangat strategis dan selaras dengan agenda pemerintah.
"Kami menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Podorejo. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing," ujarnya.
Pusat Kolaborasi Lintas Generasi
Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro, menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan UNNES menjadikan wilayahnya sebagai lokasi sasaran. Ia menegaskan komitmen penuh pihak desa untuk memastikan keberhasilan program.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kehadiran mahasiswa bukan hanya membawa program kerja, tetapi juga menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing. Kami siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.
Puncak acara peluncuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pita sebagai simbol peresmian Pojok Baca NGREMBAKA AKSARA. Ruang baca ini dirancang bukan sekadar sebagai perpustakaan konvensional, melainkan sebagai wadah edukasi lintas generasi yang menyatukan pendampingan belajar, pelatihan keterampilan, dan pengembangan kreativitas digital yang diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain di Jawa Tengah.***
.jpeg)
.jpeg)
0Komentar