TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Kemendikdasmen Resmi Terapkan Pembelajaran Coding dan AI, Perkuat Digitalisasi Sekolah Nasional



Hasil terobosan kurikulum Kemendikdasmen resmi memberlakukan mata pelajaran Koding dan AI secara bertahap mulai dari jenjang SD hingga SMA.


PAMONG.ID | Kanal Pendidik Indonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK yang mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang. Kebijakan strategis ini dirancang guna meningkatkan literasi digital nasional serta menyiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi global secara bijak dan kritis.


Berdasarkan skema kurikulum terbaru yang dipaparkan pada Rabu (9/9/2026), penerapan Koding dan AI akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan sekolah. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), materi difokuskan pada pengenalan berpikir komputasional (computational thinking) dan etika digital, sedangkan pada jenjang SMP dan SMA mencakup pemrograman dasar, analisis data, serta pemanfaatan AI secara terapan.


Di sisi lain, Kemendikdasmen menggandeng berbagai perguruan tinggi serta lembaga teknologi untuk menyediakan pendampingan dan modul pelatihan bagi para pendidik. Langkah ini diambil guna menjamin pemerataan kualitas pembelajaran digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.


"Kita ingin anak-anak Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta serta pemikir yang kritis di era digital. Materi koding dan AI disusun secara terstruktur sesuai tahap perkembangan anak," jelas Abdul Mu’ti.


Pakar Pendidikan Digital dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Haris Supratno, turut mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke dalam kurikulum nasional. Temuan akademis menunjukkan bahwa pengenalan logika komputasi sejak dini terbukti meningkatkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) serta kreativitas siswa. Selain itu, guru-guru menyambut positif ketersediaan bahan ajar digital yang interaktif.


Menindaklanjuti peluncuran mata pelajaran baru ini, Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi utama, yaitu penguatan kompetensi dan pelatihan guru secara masif, penyediaan papan interaktif digital (PID) serta sarana komputasi, harmonisasi kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), dan penguatan peran keluarga dalam memandu penggunaan teknologi secara sehat. Untuk mendukung strategi tersebut, Kemendikdasmen juga menyediakan platform pembelajaran seperti Perangkat Ajar Ruang GTK, Ruang Murid, dan portal Ruang Orang Tua.

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.