JAKARTA, Pamong.id | Kanal Pendidik Indonesia – Presiden Republik Indonesia resmi melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) bersama Prof. Yosutiyoso sebagai Wakil Gubernur guna mengonsolidasikan dan mengintegrasikan sistem pendidikan calon pemimpin masa depan.
Pembentukan lembaga baru ini berawal dari perhatian khusus Presiden terhadap penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul yang terintegrasi, mulai dari jenjang sekolah menengah, perguruan tinggi, hingga sektor pemerintahan dan BUMN.
Di bawah kepemimpinan Gubernur URI, lembaga ini dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) yang membawahi tiga institusi utama, yaitu Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Melalui integrasi ini, tugas dan fungsi LAN diperkuat; tidak hanya mengurusi pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga ditambahkan fungsi penyiapan dan pembinaan pegawai BUMN.
Donny mengungkapkan bahwa program pendidikan kepemimpinan ini sejatinya telah mulai berjalan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang dibuka sejak 20 Mei lalu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Pada angkatan pertama, sebanyak 399 pegawai baru BUMN sedang menjalani pelatihan karakter, kemampuan manajerial, dan wawasan kebangsaan. Sebagai bagian dari penanaman nilai kejuangan, para peserta telah melaksanakan kegiatan longmarch menyusuri rute Panglima Sudirman di Wonosari.
Untuk menunjang kegiatan operasional dan akademis ke depan, BPPK berencana membangun kawasan gedung kampus di wilayah Cikasungka, Bogor Utara, memanfaatkan lahan bekas perkebunan sawit PTPN yang sudah tidak produktif. Sementara proses pembangunan disiapkan dengan dukungan APBN, operasional awal akan menggunakan kantor sementara sebanyak dua lantai di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Skema pengintegrasian sekolah kepemimpinan ini mengadopsi model lembaga kepemimpinan mancanegara, seperti École Nationale d'Administration (ENA) atau INSP di Prancis.
Dalam pelaksanaannya, BPPK akan bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Dikti) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Republik Indonesia akan menerima fasilitas beasiswa penuh dan tetap memperoleh gelar akademis resmi, mulai dari sarjana, insinyur, hingga doktor, melalui kerja sama dengan universitas unggulan dalam dan luar negeri. Donny menegaskan bahwa URI berbeda dengan Lemhannas; Lemhannas berfokus pada ketahanan nasional, sedangkan URI menitikberatkan pada pendidikan keterampilan manajerial yang dilengkapi wawasan kebangsaan, patriotisme, dan integritas.
Saat ini, Donny Ermawan masih merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) karena adanya irisan tugas terkait sosialisasi bela negara dan wawasan kebangsaan. Donny menegaskan status perangkapan jabatan tersebut secara langsung:
"masih tetap wamenhan ya heeh oke ya masih merangkap karena bagaimanapun juga ada irisannya ya tadi terkait dengan wawasan kebangsaan tadi itu".
Ia berharap pembentukan BPPK dan URI ini dapat merealisasikan visi kepemimpinan nasional di masa mendatang.
"semoga apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden ini bisa membuahkan hasil pemimpin Indonesia di masa depan" ujarnya.

0Komentar