TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Tim PKM-RSH UNNES Kaji Hubungan Ketergantungan Kecerdasan Buatan dengan Penalaran Mahasiswa

Tim PKM-RSH UNNES kaji dampak ketergantungan kecerdasan buatan (AI) terhadap penalaran matematis mahasiswa calon guru matematika di Semarang. (dok)


SEMARANG, PAMONG.ID | Kanal Pendidik Indonesia – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Aillusion Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penelitian untuk mengkaji dampak tingkat ketergantungan kecerdasan buatan (AI) terhadap kemampuan penalaran matematis mahasiswa calon guru matematika.

Riset kolaboratif ini menyasar mahasiswa Pendidikan Matematika di tiga universitas guna mengidentifikasi risiko psikologis dan akademik akibat pola penggunaan teknologi tersebut.

Berdasarkan laporan penelitian resmi Tim PKM-RSH UNNES, kajian ini dirancang untuk melihat bagaimana tekanan akademik, rasa tidak yakin terhadap kemampuan diri, dan keinginan memperoleh solusi instan dapat memengaruhi pola penggunaan kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa.

Dari aspek psikologis, tim peneliti memaparkan bahwa penggunaan AI secara berulang tanpa diimbangi proses berpikir mandiri berpotensi mengikis kepercayaan diri mahasiswa.

Kemudahan memperoleh jawaban secara instan dikhawatirkan dapat membiasakan mahasiswa untuk meninggalkan proses berpikir kritis, sehingga mereka merasa kurang percaya diri saat harus menghadapi kesulitan secara mandiri tanpa bantuan teknologi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan penggunaan AI tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik, melainkan juga memengaruhi keyakinan diri mahasiswa terhadap kemampuan mereka sendiri.

Kajian terhadap kelompok mahasiswa calon guru matematika dinilai penting karena kemampuan bernalar secara mandiri merupakan bekal utama dalam menghadapi masalah pembelajaran di masa mendatang.

Tim peneliti memperingatkan bahwa jika teknologi digunakan tanpa disertai kemampuan untuk memahami serta menjelaskan kembali informasi yang diperoleh, pola tersebut berpotensi terbawa ketika mereka kelak menjalankan peran sebagai pendidik.

Penelitian ini dilakukan secara spesifik pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan UIN Walisongo.

Dalam pelaksanaannya, riset ini berjalan di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Nuriana Rachmani Dewi (Nino Adhi), M.Pd., dengan mempertemukan kolaborasi perspektif multidisiplin yang mencakup bidang psikologi, pendidikan matematika, serta sosial budaya.

Meski menyoroti risiko ketergantungan, laporan riset tersebut menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak diposisikan sebagai ancaman bagi dunia pendidikan.

Teknologi dinilai tetap menjadi sarana pendukung belajar selama digunakan secara tepat. Fokus yang perlu dijaga adalah agar kemudahan mendapatkan jawaban tidak menggantikan proses berpikir, memahami, dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri.

Langkah riset yang ditempuh Tim PKM-RSH UNNES ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin keempat Asta Cita yang menekankan pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, sains, dan teknologi.***

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.