TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Art Therapy Bertajuk “Pieces Within - Merangkai Diri, Menemukan Keutuhan” Mengajak Peserta Mengenali dan Mengekspresikan Emosi melalui Seni

 

Dokumentasi : Pribadi 

SEMARANG, PAMONG.ID | Kanal Pendidik Indonesia - Kementerian Kesehatan Mental BEM KM UNNES menggelar Art Therapy bertajuk “Pieces Within - Merangkai Diri, Menemukan Keutuhan” pada 26 - 27 September 2026 di Kaizai Coffee UNNES, Semarang. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian UNNES Mental Health 2026 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.

Art Therapy “Pieces Within” dirancang sebagai perjalanan reflektif untuk mengenali berbagai bagian dalam diri. Melalui pendekatan Expressive Art Therapy, peserta diajak mengeksplorasi emosi, pikiran, pengalaman, harapan, serta kekuatan yang mungkin selama ini belum disadari.

Zailia selaku Ketua Pelaksana Art Therapy mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan media alternatif bagi orang-orang yang tidak selalu mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata. Selain menjadi bagian dari UNNES Mental Health 2026, kegiatan ini juga merupakan salah satu program rutin tahunan dari Kementerian Kesehatan Mental BEM KM UNNES.

“Tidak semua orang, termasuk mahasiswa UNNES, bisa dengan mudah mengungkapkan apa yang mereka rasakan melalui kata-kata. Jadi, kami menghadirkan seni sebagai salah satu media alternatif untuk membantu peserta mengekspresikan emosi dan perasaannya.” Ujar Zailia. 

Art Therapy juga diarahkan sebagai wadah bagi peserta untuk melakukan katarsis atau menyalurkan emosi yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata. Melalui seni, peserta dapat mengekspresikan apa yang dirasakan dengan cara yang lebih nyaman dan sesuai dengan dirinya.

Pelaksanaan kegiatan terdiri atas beberapa sesi yang dipandu oleh psikolog. Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai Art Therapy dan bridging sebelum peserta memasuki sesi utama. Beberapa sesi yang diberikan antara lain Finding Ground, Echoes in Color, dan Butterfly Hug.



Selain sesi yang dipandu psikolog, peserta mengikuti sejumlah aktivitas di booth, yakni Mindscape Unfolded, Fragments in Bloom, Words to Hold, dan The Shift Within. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan karya seni, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali dan mengekspresikan pengalaman emosionalnya.

Pada booth Mindscape Unfolded, peserta menuangkan berbagai hal yang sedang ada di dalam pikiran melalui gambar, simbol, bentuk, maupun pola. Peserta kemudian diajak melihat kembali karya yang telah dibuat dan merefleksikan hal-hal yang muncul dari dalam dirinya.

Sementara itu, Fragments in Bloom mengajak peserta memilih bunga kering yang dianggap memiliki keterkaitan dengan dirinya, kemudian merangkainya ke dalam bingkai. Aktivitas ini menjadi ruang untuk melihat kembali pengalaman, harapan, serta berbagai bagian perjalanan yang telah membentuk diri peserta.

Rangkaian aktivitas juga dilanjutkan melalui Words to Hold. Peserta menuliskan pesan singkat secara anonim untuk seseorang yang mungkin sedang melewati hari yang tidak mudah. Pesan tersebut kemudian dikumpulkan dan peserta mengambil satu pesan secara acak untuk dibaca. Peserta juga dapat mengakses playlist calming atau self-care checklist melalui QR Code yang tersedia.

Menurut Ketua Pelaksana, antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung cukup baik. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir dengan aktif dan menikmati suasana yang dibangun selama kegiatan.

“Antusiasme peserta sangat baik dan suasananya juga cukup seru. Dari awal sampai akhir, peserta mengikuti kegiatan dengan khidmat karena memang kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi mereka untuk melakukan katarsis dan mengekspresikan emosi.” Ujar Zailia. 

Art Therapy dilaksanakan dalam dua batch. Batch pertama berlangsung pada 26 September 2026, sedangkan Batch kedua dilaksanakan pada 27 September 2026.

Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta dapat lebih mengenal dan memahami emosi yang dirasakan. Peserta juga diharapkan memahami bahwa emosi tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata karena dapat diekspresikan melalui media lain, termasuk seni.

“Harapannya, peserta bisa membawa pulang bukan hanya karya yang mereka buat, tapi juga pemahaman yang lebih baik mengenai diri dan emosinya,” ujar Ketua Pelaksana.

Sementara bagi panitia, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk belajar lebih menghargai emosi dan perasaan orang lain.

Melalui tema besar “Becoming Whole : Embracing What Lies Within”, dan salah satu rangkaian kegiatannya yaitu Art Therapy bertajuk “Pieces Within - Merangkai Diri, Menemukan Keutuhan” mengajak peserta memahami bahwa menjadi utuh bukan berarti menjadi sempurna. Menjadi utuh berarti mampu mengenali, menerima, dan menghargai seluruh bagian diri sebagai bagian dari proses bertumbuh.

Untuk keberlanjutan kegiatan, Zailia selaku Ketua Pelaksana berharap Art Therapy atau rangkaian UNNES Mental Health berikutnya dapat dikembangkan dengan menyediakan ruang konsultasi atau sesi bersama psikolog. Menurutnya, apabila terdapat keterbatasan anggaran, sesi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk kelompok agar peserta tetap memperoleh ruang untuk mendapatkan insight dan dukungan dari psikolog dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien.

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.