TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Guru Terus Belajar, Murid Siap Hadapi Masa Depan : Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan PMKKA

sumber gambar: kemendikdasmen.go.id

JAKARTA. PAMONG.ID | Kanal Pendidik Indonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memperluas akses pengembangan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA). Langkah ini diambil guna memperkuat kemampuan tenaga pengajar dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial di lingkungan sekolah.

Program pengembangan kompetensi tersebut disosialisasikan secara daring melalui webinar yang diikuti oleh guru SMA, SMK, dan SLB, kepala sekolah, pengawas, penanggung jawab PMKKA di Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK/BGTK/KGTK), hingga pengelola program pada dinas pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa program PMKKA dirancang untuk mendorong guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan tuntutan zaman.

“Melalui PMKKA, kami ingin mendorong guru tidak hanya menguasai materi, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi praktik pembelajaran yang nyata dan bermakna di kelas,” kata Nunuk.

Nunuk menambahkan, sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru untuk mengimplementasikan PMKKA di sekolah masing-masing, serta membagikan praktik baik melalui kelompok kerja guru maupun komunitas belajar.

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menjelaskan bahwa Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran membuka kesempatan belajar yang lebih luas, khususnya bagi pengajar yang selama ini belum terjangkau oleh pelatihan tatap muka.

“Program sebaik apa pun perlu dipahami oleh mereka yang akan menjalankannya. Karena itu, sosialisasi ini penting agar peserta memahami tujuan, alur, mekanisme, hingga dukungan yang tersedia selama pelatihan,” ujar Arif.

Dalam penguatan materi program, Pembelajaran Mendalam diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga murid tidak sekadar menghafal tetapi mampu menyelesaikan masalah kehidupan nyata. Selain itu, materi Koding difokuskan pada pengembangan berpikir komputasional, sedangkan Kecerdasan Artifisial dimanfaatkan untuk memperkaya proses belajar dengan tetap menjunjung etika dan berpikir kritis.

“Semakin mudah teknologi digunakan, semakin penting kemampuan berpikir kritis. Guru tetap memiliki peran penting untuk mendampingi murid agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” lanjut Maila.

Terkait pelaksanaan teknis, Yoki Ariyana dari BBGTK Jawa Barat memaparkan bahwa Pelatihan Mandiri dapat diakses guru secara fleksibel melalui platform Rumah Pendidikan. Prosesnya meliputi pembelajaran modul, latihan pemahaman, penulisan cerita refleksi, hingga post-test.

Adapun Diklat Bauran ditujukan bagi pengajar Pembelajaran Mendalam serta Koding dan AI tahun 2025, maupun peserta yang telah menuntaskan Pelatihan Mandiri, dengan memadukan pembelajaran mandiri dan kolaboratif untuk mencapai tingkat kemahiran lanjut.

“Peserta perlu mengikuti setiap tahapan yang sudah disiapkan agar proses belajar tidak berhenti pada membaca materi, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang utuh,” ujar Yoki.

Melalui program ini, Kemendikdasmen mengupayakan agar hasil pelatihan dapat langsung diterapkan di ruang kelas demi menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan.

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.