TpM8TpY5GSM5BSA5TpzoGUYlTi==

Slider

Komisi X DPR RI Setujui Anggaran Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun untuk Perkuat Program Prioritas Pendidikan 2027

Kemendikdasmen

 Jakarta, 22 September 2026 – Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk Tahun Anggaran 2027 menjadi Rp89,10 triliun. Penambahan anggaran ini diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, revitalisasi satuan pendidikan, hingga penguatan kesejahteraan dan tata kelola guru.

Persetujuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan anggaran pendidikan tahun 2027 antara pemerintah dan Komisi X DPR RI. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kemendikdasmen, pagu awal kementerian sebesar Rp61,10 triliun mengalami penyesuaian dengan tambahan sebesar Rp28 triliun berdasarkan hasil rapat Panja Badan Anggaran DPR RI.

Tambahan Anggaran Rp28 Triliun

Tambahan anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk satu program. Kemendikdasmen menyampaikan bahwa sebagian besar tambahan anggaran akan diarahkan pada dua kebutuhan utama.

Pertama, sebesar Rp5 triliun dialokasikan untuk mendukung Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini berkaitan dengan upaya memperkuat kondisi satuan pendidikan sehingga lingkungan belajar dapat menjadi lebih layak dan mendukung proses pembelajaran.

Kedua, sebesar Rp23 triliun dialokasikan untuk mendukung gaji dan tunjangan guru yang beralih status dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Kebijakan ini menjadi salah satu bagian penting dalam penataan tata kelola guru pada tahun 2027.

Lima Program Utama Kemendikdasmen Tahun 2027

Dengan total pagu sebesar Rp89,10 triliun, anggaran Kemendikdasmen tahun 2027 akan terbagi ke dalam beberapa program utama.

1. Program Wajib Belajar 13 Tahun sebesar Rp31,83 triliun

Program ini mendapatkan alokasi sebesar Rp31,83 triliun. Program Wajib Belajar 13 Tahun menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas dan memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.

2. Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran sebesar Rp51,64 triliun

Alokasi terbesar berada pada Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran, yaitu sebesar Rp51,64 triliun. Besarnya alokasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas proses belajar mengajar menjadi salah satu bagian utama dalam agenda pendidikan tahun 2027.

3. Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp2,08 triliun

Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi memperoleh alokasi sebesar Rp2,08 triliun. Pendidikan vokasi memiliki peran dalam mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan dunia industri.

4. Program Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan sebesar Rp84,59 miliar

Program pembangunan kebahasaan dan kesastraan mendapatkan alokasi sebesar Rp84,59 miliar. Program ini berkaitan dengan pengembangan serta pelestarian bahasa dan sastra sebagai bagian dari kebudayaan dan pendidikan nasional.

5. Program Dukungan Manajemen sebesar Rp3,45 triliun

Sementara itu, sebesar Rp3,45 triliun dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen. Anggaran ini mendukung pelaksanaan tata kelola dan operasional kementerian agar berbagai program pendidikan dapat berjalan secara efektif.

Penataan Guru Menjadi Salah Satu Perhatian

Selain pembahasan anggaran, pemerintah dan DPR RI juga membahas tata kelola guru. Salah satu kebijakan yang disampaikan adalah rencana pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027 melalui mekanisme pengalihan dan pengangkatan sebagai pegawai pemerintah pusat.

Jumlah guru yang tercakup dalam kebijakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 242 ribu orang. Selain itu, sekitar 6 ribu guru PPPK paruh waktu yang menjalankan tugas sebagai guru tetapi masih memiliki SK sebagai pelaksana juga akan dialihkan statusnya.

Pemerintah juga memperkirakan kebutuhan guru mencapai sekitar 464 ribu orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, rekrutmen guru CPNS akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2027.

Guru PPPK yang memenuhi persyaratan administrasi juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi untuk menjadi guru PNS secara bertahap. Kesempatan seleksi juga diberikan kepada sekitar 172 ribu guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Pentingnya Pemetaan Kebutuhan Guru

Dalam pembahasan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyampaikan pentingnya penyusunan peta jalan yang jelas untuk mengatasi kekurangan guru.

Pemetaan kebutuhan guru perlu mempertimbangkan beberapa aspek, seperti lokasi sekolah, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Dengan pemetaan yang lebih terarah, kebutuhan guru di setiap daerah dapat diketahui dengan lebih jelas dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta anggaran pendidikan pada tahun-tahun berikutnya.

Hal tersebut menjadi penting karena kebutuhan guru tidak selalu sama di setiap wilayah. Ada daerah yang memiliki kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sementara daerah lainnya mungkin memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, perencanaan kebutuhan guru perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Apa Artinya bagi Pendidikan Indonesia?

Penyesuaian anggaran Kemendikdasmen menjadi Rp89,10 triliun menunjukkan bahwa terdapat sejumlah agenda pendidikan yang akan diperkuat pada tahun 2027. Fokusnya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menyangkut kualitas pembelajaran, pendidikan vokasi, tata kelola guru, serta dukungan terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan.

Bagi sekolah, program revitalisasi diharapkan dapat mendukung tersedianya lingkungan belajar dan fasilitas pendidikan yang lebih memadai. Sementara bagi guru, kebijakan mengenai penataan status dan kebutuhan tenaga pendidik menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola sumber daya manusia pendidikan.

Di sisi lain, besarnya anggaran pendidikan juga perlu diikuti dengan pelaksanaan program yang terarah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Anggaran yang besar pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dapat dirasakan oleh sekolah, guru, dan peserta didik.

Pendidikan Tidak Hanya Membutuhkan Anggaran

Anggaran merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan pendidikan, tetapi keberhasilan program pendidikan juga bergantung pada bagaimana anggaran tersebut direncanakan dan dilaksanakan.

Program peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, kebijakan pendidikan yang telah dirancang dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Ke depan, perhatian terhadap pemerataan guru, peningkatan kualitas pembelajaran, fasilitas pendidikan, serta relevansi pendidikan dengan perkembangan zaman menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik.


Persetujuan pagu Kemendikdasmen sebesar Rp89,10 triliun untuk Tahun Anggaran 2027 menjadi salah satu perkembangan penting dalam kebijakan pendidikan nasional. Tambahan anggaran sebesar Rp28 triliun akan mendukung sejumlah kebutuhan, terutama revitalisasi satuan pendidikan serta gaji dan tunjangan guru yang beralih dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.

Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi satuan pendidikan. Penguatan kualitas pembelajaran, pemerataan guru, serta peningkatan fasilitas pendidikan menjadi beberapa aspek yang akan menentukan bagaimana kebijakan tersebut berdampak terhadap pendidikan di Indonesia.



Sumber Informasi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca berita selengkapnya: https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/16185-dukung-program-prioritas-pendidikan-2027-komisi-x-dpr-ri-setujui-pagu-kemendikdasmen-rp891-triliun

0Komentar

Special Ads
© Copyright - pamong.id
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.